Setiap jemaah menerima uang untuk living cost selama perjalanan hingga kembali ke tanah air. Penyerahan dilakukan oleh panitia saat akan meninggalkan Wisma Haji (Bekasi).
Nilai uang yang diterima adalah sebesar 1500 SR (Saudi Real, istilah ini perlu dibiasakan dan dikenal oleh masing-masing jemaah yang akan berangkat). Uang ini diberikan dalam bentuk berbagai nilai pecahan.
Menurut pengamatan penulis, uang tersebut sebetulnya cukup untuk selama perjalanan, biasanya yang membuat biaya membengkak adalah anggaran untuk shopping atau iuran-iuran yang tiba-tiba ada :)
Penulis mendukung pemerintah untuk hal ini, meskipun uangnya tetap berasal dari jemaah juga melalui pembayaran sebelumnya. Di sini terjadi proses edukasi terhadap mata uang yang berlaku di negara tersebut. Selain itu, mungkin pengaman untuk kalangan-kalangan tertentu.
Tampilkan postingan dengan label Wisma Haji Bekasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisma Haji Bekasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 06 Februari 2010
Gelang jemaah haji
Inilah gelang yang diberikan oleh Panitia, Gelang ini bertuliskan identitas dari masing-masing jemaah haji, seperti Nama, Kelompok Terbang (Kloter), tahun pemberangkatan, bendera Indonesia dengan lambang Garuda, Nomor telpon panitia di Arab Saudi yang bisa dihubungi, serta nomor Passport. Gelang ini sebagai sebuah identitas yang harus dibawa serta dan digunakan, terbuat dari besi, dicat dan tulisan identitas jemaah dicetak pada gelang tersebut.
Label:
Pengenal,
Wisma Haji Bekasi
Pembagian Passport dan Biaya Hidup
Pada saat akan meninggalkan Wisma Haji untuk menuju ke Airport, seluruh jemaah dikumpulkan di Aula. Di sini, Calon Jemaah Haji diberikan petunjuk mengenai hal-hal yang perlu diketahui oleh Jemaah, seperti pengecekan dokumen-dokumen, penggunaan dokumen (kapan harus diperlihatkan), Pembagian Gelang identitas, serta hal lainnya. Informasi tersebut disampaikan oleh Panitia dan Staff dari imigrasi.
Gelang sebagai identitas yang dibagikan panitia harus selalu digunakan, gelang tersebut terbuat dari metal, di sana tertulis identitas jemaah, seperti nama, kloter dan emberkasi, nomor passport, serta bendera Indonesia.
Menurut panitia pada hari sebelumnya, Identitas yang ada pada gelang tersebut harus sama dengan dokumen resmi jemaah, jika terdapat perbedaan harus diganti. Namun, pada hari penyerahan kata panitia juga, tidak apa-apa berbeda, yang penting passportnya benar :)
What ever you say lah :)
Masing-masing jemaah diberikan bekal untuk living cost (Biaya Hidup) selama perjalanan sebesar 1500 SR (SR=Saudi Real). Menurut pengamatan Penulis, uang living cost tersebut sebetulnya cukup untuk selama di sana, asal tidak digabungkan dengan anggaran tidak terduga lainnya, seperti shopping, jajan, belanja, beli oleh-oleh, dll (sama aja ya, he3x).
Gelang sebagai identitas yang dibagikan panitia harus selalu digunakan, gelang tersebut terbuat dari metal, di sana tertulis identitas jemaah, seperti nama, kloter dan emberkasi, nomor passport, serta bendera Indonesia.
Menurut panitia pada hari sebelumnya, Identitas yang ada pada gelang tersebut harus sama dengan dokumen resmi jemaah, jika terdapat perbedaan harus diganti. Namun, pada hari penyerahan kata panitia juga, tidak apa-apa berbeda, yang penting passportnya benar :)
What ever you say lah :)
Masing-masing jemaah diberikan bekal untuk living cost (Biaya Hidup) selama perjalanan sebesar 1500 SR (SR=Saudi Real). Menurut pengamatan Penulis, uang living cost tersebut sebetulnya cukup untuk selama di sana, asal tidak digabungkan dengan anggaran tidak terduga lainnya, seperti shopping, jajan, belanja, beli oleh-oleh, dll (sama aja ya, he3x).
Label:
Keuangan,
Pengenal,
Sebelum Berangkat,
Wisma Haji Bekasi
Snack di Wisma Haji Bekasi
Lumayan, waktu pembagian snack dikasi satu potong roti, 1 bungkus kue kering, dan teh hangat :)
O ya, masih ada lagi: box kue dan wadah minuman, dua-duanya terbuat dari plastik tipis. He3x
O ya, masih ada lagi: box kue dan wadah minuman, dua-duanya terbuat dari plastik tipis. He3x
Label:
Makanan,
Sebelum Berangkat,
Wisma Haji Bekasi
Sarapan di Wisma Haji Bekasi
Pagi-pagi lumayan dikasi sarapan oleh Panitia. Antrian tidak terlalu panjang. Perlu diingat, kondisi tubuh harus selalu dijaga untuk stabil. Kalau makanan yang tersedia kurang mencukupi, tidak ada salahnya cari asupan makanan dari yang lainnya. Mengingat perjalanan yang akan dilakukan masih panjang. Kata orang tua sih, "Jaga Kesehatan" :)
Label:
Makanan,
Sebelum Berangkat,
Wisma Haji Bekasi
Penginapan di Asrama Haji Bekasi
Penginapan di Asrama Haji Bekasi. Satu Kamar diisi 8 orang, dengan tempat tidur bertingkat. Kamar mandi di dalam. Makanan dan sarapan disediakan.
Jika lapar karena jumlah makanan yang disediakan minim, juga tersedia kantin. Harganya? Lumayan selangit, harga hotel berbintang, kualitas makanan alakadarnya.
Fasilitas yang disediakan bermacam-macam diantaranya Jika ingin sholat, mesjid juga tersedia di dalam komplek ini.
Selain itu, di komplek asrama haji juga tersedia tempat penukaran uang, harganya kurang bagus. Mungkin memanfaatkan kecemasan orang sebelum berangkat. Ketika saya bandingkan nilai tukar Rupiah dengan Real pada Meoney Changer di Arab Saudi hampir sama saja dengan Money Changer di Bandung (saya juga membandingkannya dengan kurs yang ada pada Google). Jadi kalau tidak terlalu perlu tidak usah tukar Uang Rupiah anda di Wisma Haji ini. Kecuali kalau terpaksa, Banyak kok Money Changer di Arab sana, kalau masih ragu ya tukarkan saja di Bank atau Money Changer yang ada :)
Di sini juga banyak penawaran kartu GSM yang dilakukan oleh mereka yang mengambil stand. Dengan berbagai fasitilas khusus untuk jemaah haji. Penulis sempat searching di Internet untuk hal ini, waktu dihitung-hitung mendingan beli di Arab sana saja kartu GSMnya, jauh lebih murah. Ternyata prediksi tersebut benar juga :)
Jika lapar karena jumlah makanan yang disediakan minim, juga tersedia kantin. Harganya? Lumayan selangit, harga hotel berbintang, kualitas makanan alakadarnya.
Fasilitas yang disediakan bermacam-macam diantaranya Jika ingin sholat, mesjid juga tersedia di dalam komplek ini.
Selain itu, di komplek asrama haji juga tersedia tempat penukaran uang, harganya kurang bagus. Mungkin memanfaatkan kecemasan orang sebelum berangkat. Ketika saya bandingkan nilai tukar Rupiah dengan Real pada Meoney Changer di Arab Saudi hampir sama saja dengan Money Changer di Bandung (saya juga membandingkannya dengan kurs yang ada pada Google). Jadi kalau tidak terlalu perlu tidak usah tukar Uang Rupiah anda di Wisma Haji ini. Kecuali kalau terpaksa, Banyak kok Money Changer di Arab sana, kalau masih ragu ya tukarkan saja di Bank atau Money Changer yang ada :)
Di sini juga banyak penawaran kartu GSM yang dilakukan oleh mereka yang mengambil stand. Dengan berbagai fasitilas khusus untuk jemaah haji. Penulis sempat searching di Internet untuk hal ini, waktu dihitung-hitung mendingan beli di Arab sana saja kartu GSMnya, jauh lebih murah. Ternyata prediksi tersebut benar juga :)
Periksa administrasi kesehatan
Wisma Haji Bekasi. Setelah dibiarkan menunggu, dan mendengarkan pesan-pesan yang disampaikan oleh Panitia, di Pintu keluar Aula dilakukan pemeriksaan administrasi kesehatan berikut dokumen-dokumen pendukung lainnya.
Lalu masing-masing calon jemaah haji menuju kamar masing-masing.
Catatan: Setiap kloter, Panitia menyediakan satu orang dokter dan dua team medis lainnya untuk mendamping jemaah mulai dari pemberangkatan hingga kembali ke tanah air. Sehingga kapanpun dibutuhkan, tinggal datang ke team medis tersebut. Selain melakukan pemeriksaan, team medis juga dibekali dengan obat-obat. Obat yang diberikan oleh team Medis tersebut Gratis. Jangan lupa membawa buku catatan kesehatan untuk setiap diperiksa atau berobat. Buku tersebut tidak boleh hilang. Selama kami bersama dengan team medis, mereka cukup ramah dan cekatan dalam membantu para jemaah yang membutuhkan pertolongan.
Lalu masing-masing calon jemaah haji menuju kamar masing-masing.
Catatan: Setiap kloter, Panitia menyediakan satu orang dokter dan dua team medis lainnya untuk mendamping jemaah mulai dari pemberangkatan hingga kembali ke tanah air. Sehingga kapanpun dibutuhkan, tinggal datang ke team medis tersebut. Selain melakukan pemeriksaan, team medis juga dibekali dengan obat-obat. Obat yang diberikan oleh team Medis tersebut Gratis. Jangan lupa membawa buku catatan kesehatan untuk setiap diperiksa atau berobat. Buku tersebut tidak boleh hilang. Selama kami bersama dengan team medis, mereka cukup ramah dan cekatan dalam membantu para jemaah yang membutuhkan pertolongan.
Makan Malam di Wisma Haji? Mm...
Sambil menunggu informasi dari Panitia di Wisma Haji Bekasi, kami diberikan paket makan malam dalam bentuk nasi box. Lumayan dapat daging yang hampir sama besarnya dengan koin 500 rupiah (lihat poto, saya tempatkan koin tsb pada paket yang diterima) terus ada kerupuk, tahu, sayur dan nasi.
Lumayanlah untuk ngeganjel perut :)
Lumayanlah untuk ngeganjel perut :)
Label:
Makanan,
Sebelum Berangkat,
Wisma Haji Bekasi
Sampai di Wisma Haji
Setelah melewati perjalanan dari Bandung hingga Bekasi, saat sampai di Wisma Haji, Para Calon Jemaah Haji dikumpulkan di Aula.
Di sini panitia menyampaikan berbagai pesan, seperti pengecekan barang-barang serta dokumen yang harus dipersiapkan. Pesan dari mereka banyak juga yang penting untuk diperhatikan. Meskipun untuk beberapa hal mereka menegaskan sesuatu, dan setelah itu mereka sendiri yang melanggarnya :)
Kami menginap satu malam di sini, dan diperkirakan sekitar 6 jam sebelum jadwal penerbangan seluruh jemaah haji sudah berkumpul di Airport dengan menggunakan kendaraan yang disediakan oleh Panitia.
Di sini panitia menyampaikan berbagai pesan, seperti pengecekan barang-barang serta dokumen yang harus dipersiapkan. Pesan dari mereka banyak juga yang penting untuk diperhatikan. Meskipun untuk beberapa hal mereka menegaskan sesuatu, dan setelah itu mereka sendiri yang melanggarnya :)
Kami menginap satu malam di sini, dan diperkirakan sekitar 6 jam sebelum jadwal penerbangan seluruh jemaah haji sudah berkumpul di Airport dengan menggunakan kendaraan yang disediakan oleh Panitia.
Cek Barang Bawaan
Setiap Calon Jemaah Haji turun dan meninggalkan kendaraan atau berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, jangan lupa untuk selalu mengecek barang bawaan anda. Terutama surat-surat, dan perlengkapan penting lainnya.
Untuk kondisi tertentu bisa fatal akibatnya. Hati-hatilah untuk hal ini.
Untuk kondisi tertentu bisa fatal akibatnya. Hati-hatilah untuk hal ini.
Barang Bawaan
Wah, ini hal yang cukup menarik. Kenapa tidak? Penulis tidak satu dua mendengarkan para calon jemaah haji sudah menyusun barang-barang yang akan mereka bawa jauh hari sebelum pemberangkatan. Saran Penulis, ikuti dengan cermat daftar barang yang harus dibawa. Daftar barang yang harus dibawa ini biasanya disediakan oleh Penitia.
Hindari membawa barang-barang yang tidak terlalu perlu. Yang pasti, siapkan alat-alat bantu yang dibutuhkan hingga sekitar 3 hari di sana saja, karena di sana yang jual banyak. Harga relatif sama, ada yang sedikit tinggi, dan bahkan tidak sedikit yang jauh lebih murah. Biar tidak repot, gitu.
Kalau takut susah menyesuaikan makanan di sana, ya tidak ada salahnya bawa makanan yang anda sukai ( Penulis menyarankan hal ini), masukkan ke koper secara hati-hati. Sehingga jika anda kangen sama masakan Indoensia, tinggal buka perbekalan yang telah dibawa. Di sana juga tersedia makanan Indonesia, namun rasanya jauh Beda, kecuali telur rebus he3x :)
Hindari membawa barang-barang yang tidak terlalu perlu. Yang pasti, siapkan alat-alat bantu yang dibutuhkan hingga sekitar 3 hari di sana saja, karena di sana yang jual banyak. Harga relatif sama, ada yang sedikit tinggi, dan bahkan tidak sedikit yang jauh lebih murah. Biar tidak repot, gitu.
Kalau takut susah menyesuaikan makanan di sana, ya tidak ada salahnya bawa makanan yang anda sukai ( Penulis menyarankan hal ini), masukkan ke koper secara hati-hati. Sehingga jika anda kangen sama masakan Indoensia, tinggal buka perbekalan yang telah dibawa. Di sana juga tersedia makanan Indonesia, namun rasanya jauh Beda, kecuali telur rebus he3x :)
Menuju Wisma Haji Bekasi
Perjalanan kami dari Bandung menuju Bekasi dengan menggunakan kendaraan yang telah disediakan oleh Panitia Pemberangkatan. Mobilnya cukup nyaman, cuma saja drivernya sedikit ugal-ugalan. Entah karena baru bawa rombongan yang dikawal oleh polisi, entah memang sudah atitude-nya atau entah karena apa? Sering kendaraan kami hampir menyerempat kendaraan lain. Terasa perjalanan sedikit kurang nyaman.
Ciri khas Agar Mudah Dikenali
Bisa dibayangkan, pada saat kami melaksanakan ibadah haji ini jumlah Jemaah yang berangkat Haji diperkirakan sebanyak 3 juta orang. Tentu untuk banyak kondisi tidak mudah dikenali mana yang satu kelompok. Jemaah haji Indonesia memiliki ciri khas melalui Jaket yang diatur bentuk serta pewarnaannya oleh Panitia Pusat.
Begitu juga dengan masing-masing rombongan, mereka membuat cirikhasnya masing-masing. Rombongan kami memilih sebuah untel-untel (semacam bola terbuat dari kain), untel-untel ini pada laki-laki ditempelkan pada kopiah/peci, sedangkan untuk wanita ditempelkan dikepala pada kain jilbab yang mereka kenakan. Disamping itu, kami juga diberi satu kacu/kain segitiga berwarna kuning yang sangat disarankan untuk selalu digunakan, sehingga dapat mudah dikenali oleh sesama anggota lainnya.
Hal ini bisa dianggap sepele untuk kondisi tertentu, namun dalam banyak hal penggunaan identifikasi ini sangat membantu. Misalnya pada saat berada pada keramaian yang amat padat, mungkin saja ada yang hampir nyasar, namun karena mengenal identitas kawan satu regu/rombongan/kloter tentu suatu kelompok dapat dengan mudah menyatu kembali.
Penulis menyarankan untuk membuat suatu identifikasi yang mudah dilihat dari jauh dan warna yang menarik.
Untel-untel kami ini sering ditertawakan atau bahkan membuat orang lain tersenyum. Biarkan saja, yang penting kelompok kita selamat di daerah antah berantah yang mungkin belum pernah kita kunjungi sebelumnya :)
Begitu juga dengan masing-masing rombongan, mereka membuat cirikhasnya masing-masing. Rombongan kami memilih sebuah untel-untel (semacam bola terbuat dari kain), untel-untel ini pada laki-laki ditempelkan pada kopiah/peci, sedangkan untuk wanita ditempelkan dikepala pada kain jilbab yang mereka kenakan. Disamping itu, kami juga diberi satu kacu/kain segitiga berwarna kuning yang sangat disarankan untuk selalu digunakan, sehingga dapat mudah dikenali oleh sesama anggota lainnya.
Hal ini bisa dianggap sepele untuk kondisi tertentu, namun dalam banyak hal penggunaan identifikasi ini sangat membantu. Misalnya pada saat berada pada keramaian yang amat padat, mungkin saja ada yang hampir nyasar, namun karena mengenal identitas kawan satu regu/rombongan/kloter tentu suatu kelompok dapat dengan mudah menyatu kembali.
Penulis menyarankan untuk membuat suatu identifikasi yang mudah dilihat dari jauh dan warna yang menarik.
Untel-untel kami ini sering ditertawakan atau bahkan membuat orang lain tersenyum. Biarkan saja, yang penting kelompok kita selamat di daerah antah berantah yang mungkin belum pernah kita kunjungi sebelumnya :)
Pemberangkatan Menuju Wisma Haji
Seluruh Jemaah Haji diberangkatkan dari masing-masing kota yang disentralisasi di satu titik. Untuk Kota Bandung, sebelum menuju Wisma Haji di Bekasi, kami diberangkatkan dari Polda Jawa Barat di Jl. Sukarno Hatta.
Pemberangkatan dilakukan perkloter (Kloter = Kelompok Terbang). Kami berangkat dengan kloter 39 BKS, Kota Bandung. Penulis perhatikan dari jadwal yang ada, umumnya masing-masing kloter diberangkatkan satu hari sebelum jadwal penerbangan. Barang-barang kami sudah dikumpulkan satu hari sebelum kami masuk ke asrama haji, Pemberangkatan barang-barang ini dikelola oleh Panitia Pemberangkatan Haji.
Kloter 39 BKS terdiri dari 450 orang Calon Jemaah haji, yang dibagi atas 10 rombongan, masing-masing rombongan dibagi lagi menjadi kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang, sehingga satu rombongan terdiri dari 15 orang.
Setiap rombongan memiliki satu Ketua Rombongan, Umumnya Ketua Rombongan ini dipilih oleh masing-masing KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji), atau ditunjuk oleh masing-masing anggota dengan caranya masing-masing.
Setiap Regu memiliki satu Ketua Regu. Ketua Regu ini dipilih oleh Anggota Regu, atau dengan caranya masing-masing.
Pemberangkatan dilakukan perkloter (Kloter = Kelompok Terbang). Kami berangkat dengan kloter 39 BKS, Kota Bandung. Penulis perhatikan dari jadwal yang ada, umumnya masing-masing kloter diberangkatkan satu hari sebelum jadwal penerbangan. Barang-barang kami sudah dikumpulkan satu hari sebelum kami masuk ke asrama haji, Pemberangkatan barang-barang ini dikelola oleh Panitia Pemberangkatan Haji.
Kloter 39 BKS terdiri dari 450 orang Calon Jemaah haji, yang dibagi atas 10 rombongan, masing-masing rombongan dibagi lagi menjadi kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang, sehingga satu rombongan terdiri dari 15 orang.
Setiap rombongan memiliki satu Ketua Rombongan, Umumnya Ketua Rombongan ini dipilih oleh masing-masing KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji), atau ditunjuk oleh masing-masing anggota dengan caranya masing-masing.
Setiap Regu memiliki satu Ketua Regu. Ketua Regu ini dipilih oleh Anggota Regu, atau dengan caranya masing-masing.
Langganan:
Postingan (Atom)













