Tampilkan postingan dengan label Masjid Nabawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid Nabawi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 09 Februari 2010
Air Siap Minum di Masjid Nabawi
Ketersediaan air di sekitar jemaah cukup memadai, baik air minum biasa maupun air Zam-zam. Di halaman Masjid Nabawi, dapat ditemukan banyak tempat untuk mengambil air minum, lengkap dengan wadah plastik penampungnya. Sangat banyak para jamaah memanfaatkan fasilitas ini. Minum seperti dianjurkan oleh team kesehatan minimum 2 liter dalam satu hari. Supaya tubuh tidak kering dan asupan air ke dalam tubuh cukup.
Label:
Air Zam-zam,
Kesehatan Jemaah,
Madinah,
Masjid Nabawi
Sholat di Halaman Masjid Nabawi
Masjid Nabawi. Untuk beberapa kasus, beberapa jamaah terpaksa harus sholat di halaman masjid. Sholat di halaman ini pun terasa nyaman, karena disediakan payung raksasa tahan api, dan dihembuskan penyejuk udara.
Label:
Madinah,
Masjid Nabawi
Kesehatan Jamaah Haji
Tentu saja pemerintah Arab Saudi tidak tanggung-tanggung dalam mengantisipasi berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan untuk para tamu Allah yang datang ke Madinah.
Para petugas kesehatan selalu standby di beberapa tempat. Kendaraan ambulance pun siap dan waspada.
Begitu juga dengan para tim medis dari Panitia tanah Air. Mereka selalu mendampingi jemaah. Setiap kelompok terbang, sepengetahuan penulis, disediakan satu orang dokter dan dua orang tim medis lain yang membantu dokter. Layanan yang penulis temukan dari tim medis ini cukup ramah. Tidak jarang mereka melakukan pengecekan ke kamar-kamar (jemput bola) untuk para jemaah tertentu.
Pengumuman dari tim medis ini pun terlihat jelas untuk menandakan keberadaan ruang yang mereka gunakan. Senyuman dari mereka selalu mengiringi, sehingga baru ketemu aja sudah terasa nyaman.
Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka pun memberikan obat secara gratis. Tinggal menunjukkan buku kesehatan saja, kok. Lalu mereka menulis catatan kesehatan dari jamaah tersebut.
Apabila dibutuhkan pertolongan yang lebih serius, team medis ini pun mengantar jamaah mereka ke posko lebih tinggi yang disediakan oleh pemerintah Indonesia.
Meskipun mereka ada, tentu tetap kita harus menjaga kesehatan masing-masing :)
Para petugas kesehatan selalu standby di beberapa tempat. Kendaraan ambulance pun siap dan waspada.
Begitu juga dengan para tim medis dari Panitia tanah Air. Mereka selalu mendampingi jemaah. Setiap kelompok terbang, sepengetahuan penulis, disediakan satu orang dokter dan dua orang tim medis lain yang membantu dokter. Layanan yang penulis temukan dari tim medis ini cukup ramah. Tidak jarang mereka melakukan pengecekan ke kamar-kamar (jemput bola) untuk para jemaah tertentu.
Pengumuman dari tim medis ini pun terlihat jelas untuk menandakan keberadaan ruang yang mereka gunakan. Senyuman dari mereka selalu mengiringi, sehingga baru ketemu aja sudah terasa nyaman.
Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka pun memberikan obat secara gratis. Tinggal menunjukkan buku kesehatan saja, kok. Lalu mereka menulis catatan kesehatan dari jamaah tersebut.
Apabila dibutuhkan pertolongan yang lebih serius, team medis ini pun mengantar jamaah mereka ke posko lebih tinggi yang disediakan oleh pemerintah Indonesia.
Meskipun mereka ada, tentu tetap kita harus menjaga kesehatan masing-masing :)
Label:
Kesehatan Jemaah,
Madinah,
Masjid Nabawi
Pintu An Nisa, Masjid Nabawi
Pintu An Nisa adalah pintu keluar dari mengunjungi makam Rasulullah, yang terletak di sebelah selatan bagian kiri Masjid Nabawi di Madinah.
Banyak orang yang berdoa dan bersyukur keluar dari Pintu ini, tidak jarang yang meneteskan air matanya, kerinduannya kepada Rasulullah serasa terobati. Ya, Allah... izinkan aku untuk kembali ke sana....
Banyak orang yang berdoa dan bersyukur keluar dari Pintu ini, tidak jarang yang meneteskan air matanya, kerinduannya kepada Rasulullah serasa terobati. Ya, Allah... izinkan aku untuk kembali ke sana....
Label:
Madinah,
Makam Nabi SAW,
Masjid Nabawi
Kandungan Air Zam-zam
Keberadaannya Air zam-zam merupakan suatu mu’jizat dari Allah Subhanahu Wata’ala. Air ini telah ada semenjak ribuan tahun yang lalu dan berasal dari daerah tandus. Air ini pun sudah dimanfaatkan sekian milyar umat manusia (Islam), air zam-zam ini masih eksis.
Penelitian panjang dari berbagai ahli dunia sepakat bahwa air ini adalah air yang menakjubkan. Cukup banyak fakta yang menyebutkan bahwa air ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit.
Rasulullah bersabda, “Air zam-zam adalah sesuai dengan tujuan orang yang meminumnya” (HR. Ahmad)
Selain itu, diantara hasil penelitian mereka menyebutkan bahwa air ini tidak pernah habis, meskipun dikuras air ini tetap mengalir terus. Tidak ada bakteri diantara celah-celah mengalirnya. Air zam-zam tesebut tidak mengandung satu jenis bakteri pun!! Murni dan bersih. Akan bisa terkontaminasi setelah dipindahkan pada bejana atau ember, maka polutan pun masuk kepadanya.
Air zam-zam merupakan keberkahan dari Allah Subhanahu Wata’ala, karena keberadaannya dalam wilayah Bakkah Mubarokah ( Makkah Al Mukarramah). Dan berdasarkan hasil penelitian para ahli air zam-zam mengandung mineral yang tidak tandingannya. Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam ini memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter.
Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zam-zam dapat dikelompokkan menjadi :
- Pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).
- Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).
Air Zam-zam bukanlah air biasa. Air Zam-zam mempunyai kandungan tigapuluh unsur di dalamnya. Bahkan, Badan Kesehatan Internasional juga menegaskan bahwa Air Zam-zam benar-benar layak diminum dan sangat baik menurut standar kesehatan. Dr. Hamad Qadir al-Muhandis menyatakan: "Hasil analisis air Zamzam secara kimia menerangkan bahwa air Zamzam jernih, tidak berwarna, tidak berbau, mempunyai rasa aroma sedikit, dan kandungan hydrogen 7,5. Oleh karena itu, air tersebut menjadi alkali pada batasan tertentu. Dan, seluruh (kation dan ion) selain Natrium adapada ukuran yang tepat sesuai dengan standar kesehatan internasional.' Fakta membuktikan bahwa banyak penyakit yang dapat disembuhkan dengan air Zam-zam dengan izin Allah, seperti penyakit kanker, giWal, mata, luka, dan batu kemih. Semuanya tanpa operasi. Bahkan, pasien yang sudah dinyatakan secara medis tak dapat disembuhkan, berkat air Zam-zam penyakitnya sembuh. Buku ini merjelaskan keajaiban air Zamzam, cara pengobatan dengan air Zam-zam dan air secara umum. Cukup banyak cerita nyata yang tentunya kita dengarkan langsung dari mereka yang memanfaatkan air Zam-zam ini. Subhanallah.
“ Sebaik-baiknya air dipermukaan bumi ialah air zam zam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit”, Nabi Muhammad SAW (HR Ibnu Abbas RA)
Penelitian panjang dari berbagai ahli dunia sepakat bahwa air ini adalah air yang menakjubkan. Cukup banyak fakta yang menyebutkan bahwa air ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit.
Rasulullah bersabda, “Air zam-zam adalah sesuai dengan tujuan orang yang meminumnya” (HR. Ahmad)
Selain itu, diantara hasil penelitian mereka menyebutkan bahwa air ini tidak pernah habis, meskipun dikuras air ini tetap mengalir terus. Tidak ada bakteri diantara celah-celah mengalirnya. Air zam-zam tesebut tidak mengandung satu jenis bakteri pun!! Murni dan bersih. Akan bisa terkontaminasi setelah dipindahkan pada bejana atau ember, maka polutan pun masuk kepadanya.
Air zam-zam merupakan keberkahan dari Allah Subhanahu Wata’ala, karena keberadaannya dalam wilayah Bakkah Mubarokah ( Makkah Al Mukarramah). Dan berdasarkan hasil penelitian para ahli air zam-zam mengandung mineral yang tidak tandingannya. Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam ini memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter.
Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zam-zam dapat dikelompokkan menjadi :
- Pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).
- Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).
Air Zam-zam bukanlah air biasa. Air Zam-zam mempunyai kandungan tigapuluh unsur di dalamnya. Bahkan, Badan Kesehatan Internasional juga menegaskan bahwa Air Zam-zam benar-benar layak diminum dan sangat baik menurut standar kesehatan. Dr. Hamad Qadir al-Muhandis menyatakan: "Hasil analisis air Zamzam secara kimia menerangkan bahwa air Zamzam jernih, tidak berwarna, tidak berbau, mempunyai rasa aroma sedikit, dan kandungan hydrogen 7,5. Oleh karena itu, air tersebut menjadi alkali pada batasan tertentu. Dan, seluruh (kation dan ion) selain Natrium adapada ukuran yang tepat sesuai dengan standar kesehatan internasional.' Fakta membuktikan bahwa banyak penyakit yang dapat disembuhkan dengan air Zam-zam dengan izin Allah, seperti penyakit kanker, giWal, mata, luka, dan batu kemih. Semuanya tanpa operasi. Bahkan, pasien yang sudah dinyatakan secara medis tak dapat disembuhkan, berkat air Zam-zam penyakitnya sembuh. Buku ini merjelaskan keajaiban air Zamzam, cara pengobatan dengan air Zam-zam dan air secara umum. Cukup banyak cerita nyata yang tentunya kita dengarkan langsung dari mereka yang memanfaatkan air Zam-zam ini. Subhanallah.
“ Sebaik-baiknya air dipermukaan bumi ialah air zam zam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit”, Nabi Muhammad SAW (HR Ibnu Abbas RA)
Label:
Air Zam-zam,
Fakta Menarik,
Masjid Nabawi,
Masjidil Haram
Minum Zam-zam
Meminum Air zam zam menjadi satu amalan ibadah, dengan niat mengikuti anjuran Rasulullah. Diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Abbas, Aku pernah menyiapkan air zam zam untuk Rasulullah, kemudian beliau meminumnya sambil berdiri. Makruh hukumnya apabila dipergunakan untuk mencuci najis, atau dipakai untuk membersihkan hadast besar.
Air Zam-zam ini disunahkan untuk dibawa pulang ke negerinya bagi jamaah “penunai rukun Islam ke lima) yang memang berasal dari luar Negara Arab, dan Rasullulullah adalah orang pertama yang membawanya keluar kota Mekkah, yaitu ke Madinah. Mata Airnya tidak pernah kering, meskipun berjuta-juta umat manusia meminumnya setiap hari terutama pada musim ibadah Haji.
Pada waktu Rasululullah akan melakukan Sa’I, beliau meminum air zam zam sampai kenyang, kemudian menyiram kepalaNya dengan air zam zam. Banyak orang mengguyur dan membasahi kain (baju) ihram, kemudian direntang tanpa diperas agar kering sendiri, dan akan dipakai sebagai ‘Kafan” ( pembungkus mayat) kalau meninggal nanti.
Air Zam-zam selalu tersedia di Masjid Nabawi yang berjarak sekitar 450Km dari Mekah sebagai tempat asal air ini. Bisa dibayangkan, bagaimana air ini didistribusikan ke daerah tersebut, tentu peralatan canggih yang bisa melakukannya, sehingga jutaan umat yang ada bisa terpenuhi kebutuhannya untuk meminum air Zam-zam ini.
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi air Zam-zam menjadikan rasa dari air tersebut sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.
Air Zam-zam ini disunahkan untuk dibawa pulang ke negerinya bagi jamaah “penunai rukun Islam ke lima) yang memang berasal dari luar Negara Arab, dan Rasullulullah adalah orang pertama yang membawanya keluar kota Mekkah, yaitu ke Madinah. Mata Airnya tidak pernah kering, meskipun berjuta-juta umat manusia meminumnya setiap hari terutama pada musim ibadah Haji.
Pada waktu Rasululullah akan melakukan Sa’I, beliau meminum air zam zam sampai kenyang, kemudian menyiram kepalaNya dengan air zam zam. Banyak orang mengguyur dan membasahi kain (baju) ihram, kemudian direntang tanpa diperas agar kering sendiri, dan akan dipakai sebagai ‘Kafan” ( pembungkus mayat) kalau meninggal nanti.
Air Zam-zam selalu tersedia di Masjid Nabawi yang berjarak sekitar 450Km dari Mekah sebagai tempat asal air ini. Bisa dibayangkan, bagaimana air ini didistribusikan ke daerah tersebut, tentu peralatan canggih yang bisa melakukannya, sehingga jutaan umat yang ada bisa terpenuhi kebutuhannya untuk meminum air Zam-zam ini.
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi air Zam-zam menjadikan rasa dari air tersebut sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.
Label:
Air Zam-zam,
Masjid Nabawi
Suasana Memasuki Raudah
Bisa dibayangkan, hampir seluruh jemaah yang datang ke Madinah ingin sholat di Raudah dan mengunjungi Makam Rasulullah. Untuk Sholat di Raudah, selain diperlukan kebersihan niat dan hati, juga diperlukan strategi. Termasuk dalam masalah waktu. Siang? Padat sekali. Banyak yang menyarankan ke sana jam tengah malam hingga menjelang subuh.
Jika berhasil memasuki daerah ini, sangat disarankan untuk mempertimbangkan orang lain. Sholat dan berdoalah seperlunya. Allah Maha Tahu kehendak hambanya.
Hati-hati salah doa, bisa-bisa nanti menjadi sirik. Penulis melihat beberapa umat yang sangat mengagungkan tempat ini, sampai mencium dll. Bisa-bisa nanti berdoa bukan kepada Allah, akhirnya berada di jalan yang sesat.
Jika berhasil memasuki daerah ini, sangat disarankan untuk mempertimbangkan orang lain. Sholat dan berdoalah seperlunya. Allah Maha Tahu kehendak hambanya.
Hati-hati salah doa, bisa-bisa nanti menjadi sirik. Penulis melihat beberapa umat yang sangat mengagungkan tempat ini, sampai mencium dll. Bisa-bisa nanti berdoa bukan kepada Allah, akhirnya berada di jalan yang sesat.
Label:
Madinah,
Makam Nabi SAW,
Masjid Nabawi
Babu Salam, Pintu Masuk Ke Makam Nabi
Banyak sekali jemaah yang ingin sholat di Raudah dan mengunjungi makam nabi, meskipun untuk ini hukumnya adalah sunah. Wajar saja, kalau sudah sampai di Masjid Nabawi/Nabi, tentu mereka juga merindukan untuk melihat Makam Nabi yang diagungkan itu, serta sholat di Raudah.
Salah satu pintu masuk ke Makam Nabi dan lokasi Raudah ini adalah di Pintu Babu Salam, yaitu pintu Masjid Nabawi paling Selatan sebelah kanan.
Untuk menuju makam nabi, bisa dilakukan berjalan pelan dan lewat saja. Jalan lurus di mesjid yang disediakan khusus untuk melihat Makam Nabi, masuk dari pintu Babu Salam, melintasi Makam Nabi, dan keluar di pintu An Nisa.
Sedangkan untuk memasuki daerah Raudah, begitu lewat pintu langsung belok kiri terus lurus sampai ketemu tangga Muadzin dan warna karpet putih. Cara masuk dari pintu ini sangat tidak disarankan kapanpun waktunya dan umumnya berdesak-desakan, antreannya panjang dan lama, bisa-bisa jemaah tidak bisa sholat arbain lengkap gara-gara antri mau ke Raudah dan Makam Nabi ini.
Salah satu pintu masuk ke Makam Nabi dan lokasi Raudah ini adalah di Pintu Babu Salam, yaitu pintu Masjid Nabawi paling Selatan sebelah kanan.
Untuk menuju makam nabi, bisa dilakukan berjalan pelan dan lewat saja. Jalan lurus di mesjid yang disediakan khusus untuk melihat Makam Nabi, masuk dari pintu Babu Salam, melintasi Makam Nabi, dan keluar di pintu An Nisa.
Sedangkan untuk memasuki daerah Raudah, begitu lewat pintu langsung belok kiri terus lurus sampai ketemu tangga Muadzin dan warna karpet putih. Cara masuk dari pintu ini sangat tidak disarankan kapanpun waktunya dan umumnya berdesak-desakan, antreannya panjang dan lama, bisa-bisa jemaah tidak bisa sholat arbain lengkap gara-gara antri mau ke Raudah dan Makam Nabi ini.
Label:
Madinah,
Makam Nabi SAW,
Masjid Nabawi
Raudah
"Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga dan mimbarku berada di atas telagaku", Sabda Rasulullah saw dalam hadis Bukhari dan Muslim.
Tempat ini merupakan daerah yang banyak menjadi incaran bagi para jemaah. Kenapa tidak, lokasi ini merupakan salah satu tempat yang dipercaya tempat didengarkannya doa-doa, alias tempat yang mustajab. Mencarinya gampang-gampang susah, begitu juga dengan memasuki lokasinya, perlu usaha, doa dan mengharapkan ridho Allah. Untuk bisa sholat dan berdo'a di Raudah, perlu kesabaran, apalagi pada saat musim Haji, karena banyak sekali jamaah yang ingin juga ke sana. Siang? Mm... padat banget. Disarankan ke sana antara jam 00 dinihari hingga menjelang shalat subuh.
Ciri yang paling gampang dari Raudah adalah warna karpetnya. Warna karpet Raudah putih kehijau-hijauan dan sangat berlainan dengan warna merah tua karpet Masjid Nabawi secara keseluruhan. Raudah secara fisik terletak disebelah kanan dari makam Rasulullah (kalau kita menghadap ke Selatan), ada Mihrab Nabi (dulu Rasulullah selalu jadi Imam di Mihrab ini, sekarang masih dipakai kalau sholat Jumat)), Mimbar Utama (kalau sholat Jumatan mimbar ini masih dipakai ceramah oleh Khatib) dan tangga menuju tempat Muadzin.
Tempat ini merupakan daerah yang banyak menjadi incaran bagi para jemaah. Kenapa tidak, lokasi ini merupakan salah satu tempat yang dipercaya tempat didengarkannya doa-doa, alias tempat yang mustajab. Mencarinya gampang-gampang susah, begitu juga dengan memasuki lokasinya, perlu usaha, doa dan mengharapkan ridho Allah. Untuk bisa sholat dan berdo'a di Raudah, perlu kesabaran, apalagi pada saat musim Haji, karena banyak sekali jamaah yang ingin juga ke sana. Siang? Mm... padat banget. Disarankan ke sana antara jam 00 dinihari hingga menjelang shalat subuh.
Ciri yang paling gampang dari Raudah adalah warna karpetnya. Warna karpet Raudah putih kehijau-hijauan dan sangat berlainan dengan warna merah tua karpet Masjid Nabawi secara keseluruhan. Raudah secara fisik terletak disebelah kanan dari makam Rasulullah (kalau kita menghadap ke Selatan), ada Mihrab Nabi (dulu Rasulullah selalu jadi Imam di Mihrab ini, sekarang masih dipakai kalau sholat Jumat)), Mimbar Utama (kalau sholat Jumatan mimbar ini masih dipakai ceramah oleh Khatib) dan tangga menuju tempat Muadzin.
Label:
Madinah,
Makam Nabi SAW,
Masjid Nabawi
Minggu, 07 Februari 2010
Hotel dan Toko di Depan Masjid Nabawi
Poto ini diambil dari halaman Masjid Nabawi mengarah keluar pekarangan. Dimana terlihat beberapa hotel yang letaknya sangat dekat dengan pekarangan Masjid.
Just for your info, di bawah hotel tersebut adalah pusat-pusat pertokoan yang menjual beraneka ragam kebutuhan dan oleh-oleh. Banyak jemaah yang membawa uang membelanjakan uangnya di sini, dan banyak juga yang sekedar lihat-lihat :)
Just for your info, di bawah hotel tersebut adalah pusat-pusat pertokoan yang menjual beraneka ragam kebutuhan dan oleh-oleh. Banyak jemaah yang membawa uang membelanjakan uangnya di sini, dan banyak juga yang sekedar lihat-lihat :)
Label:
Berbelanja,
Keuangan,
Madinah,
Masjid Nabawi
Shopping Center
Kalau bawa uang yang banyak, Tempat di pintu utama Masjid Nabawi ini tersedia banyak sekali toko-toko yang menjual dagangan, baik souvenir dan cindera mata, emas putih, makanan, parfum, maupun supermarket.
Tak punya uang Real, namun punya Rupiah? Banyak tempat di sini yang menerima mata uang Rupiah, harga nilai tukarnya pun cukup bagus.
Jika anda ingin berbelanja murah, sebaiknya carilah grosir. Grosir ini biasanya terletak di bagian dalam gedung, dan bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan pedagang yang terletak di daerah luar.
Sebaiknya, hati-hati. Jangan jalan sendirian, banyak nasehat yang mengatakan hal demikian, terutama untuk para wanita.
Tak punya uang Real, namun punya Rupiah? Banyak tempat di sini yang menerima mata uang Rupiah, harga nilai tukarnya pun cukup bagus.
Jika anda ingin berbelanja murah, sebaiknya carilah grosir. Grosir ini biasanya terletak di bagian dalam gedung, dan bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan pedagang yang terletak di daerah luar.
Sebaiknya, hati-hati. Jangan jalan sendirian, banyak nasehat yang mengatakan hal demikian, terutama untuk para wanita.
Label:
Berbelanja,
Keuangan,
Madinah,
Masjid Nabawi
Refreshing Rohani oleh KaRom
Memanfaatkan tempat di Masjid Nabawi untuk refreshing rohani dan tatalaksana ibadah selama perjalanan haji serta diskusi hal lainnya, pertemuan kami di sini dipimpin oleh KaRom (Ketua Rombongan).
Label:
Madinah,
Masjid Nabawi
Menikmati Makanan Tanah Air
Menikmati makanan tanah air, di salah satu Rumah Makan Indonesia yang terletak di sekitar Masjid Nabawi. Tersedia gule, soto, baso, ayam goreng, nasi goreng, dan kecap di meja makan :)
Label:
Madinah,
Makanan,
Masjid Nabawi
Payung Raksasa
Pada bagian halaman Masjid terdapat 2 ruang terbuka yang setiap ruangan dilengkapi enam buah payung artistik hasil perpaduan arsitektur modern dan teknologi canggih dan dapat digerakan secara otomatis dengan teknologi komputer untuk membuka dan menutupnya. Payung ini anti api dan batang payung juga berfungsi sebagai saluran AC.
Label:
Fakta Menarik,
Madinah,
Masjid Nabawi
Makam Rasulullah, Green Dome
Makam Rasulullah terletak disudut Timur Masjid Nabawi yang dahulu disebut Maqshurah. Dahulu ditempat tersebut terdapat dua rumah, yaitu rumah Nabi SAW bersama Aisyah dan rumah Ali RA dengan Fatimah RA. Sejak Rasulullah wafat pada tahun 11 H (632 M) rumah Nabi SAW terbagi dua, yaitu bagian arah kiblat (selatan) untuk makam Nabi SAW dan yang bagian Utara untuk tempat tinggal Aisyah RA.
Pada tahun 678 H (1279 M) diatasnya dipasang Kubah Hijau (green dome) sampai sekarang. Jadi persis dibawah ‘green dome’ inilah jasad Rasulullah SAW di makamkan. Kubah tersebut satu-satunya kubah yang berwarna hijau, di sini juga terletak Raudah dekat makam Nabi Muhammad SAW yang dipercaya nantinya merupakan bagian dari taman di surga.
Jika jamaah berziarah ke makam Nabi SAW, maka akan berziarah pula ke makam dua sahabat beliau Abu Bakar RA (Khalifah I) dan Umar Ibnu Khattab RA (Kahalifah II) yang dimakamkan di sebelah makam Nabi SAW. Maka lokasi dimana dahulu terdapat rumah Nabi SAW yang kini dijuluki ‘makam 3 manusia mulia’. Setelah masjid Nabawi diperluas, makam tersebut dimasukkan kedalam bangunan Masjid.
Pada bangunan ini terdapat empat buah pintu :
- Pintu sebelah kiblat dinamakan At Taubah
- Pintu sebelah Timur dinamakan Fatimah
- Pintu sebelah Utara dinamakan Tahajjud
- Pintu sebelah Barat ke Raudah sudah ditutup.
Pada tahun 678 H (1279 M) diatasnya dipasang Kubah Hijau (green dome) sampai sekarang. Jadi persis dibawah ‘green dome’ inilah jasad Rasulullah SAW di makamkan. Kubah tersebut satu-satunya kubah yang berwarna hijau, di sini juga terletak Raudah dekat makam Nabi Muhammad SAW yang dipercaya nantinya merupakan bagian dari taman di surga.
Jika jamaah berziarah ke makam Nabi SAW, maka akan berziarah pula ke makam dua sahabat beliau Abu Bakar RA (Khalifah I) dan Umar Ibnu Khattab RA (Kahalifah II) yang dimakamkan di sebelah makam Nabi SAW. Maka lokasi dimana dahulu terdapat rumah Nabi SAW yang kini dijuluki ‘makam 3 manusia mulia’. Setelah masjid Nabawi diperluas, makam tersebut dimasukkan kedalam bangunan Masjid.
Pada bangunan ini terdapat empat buah pintu :
- Pintu sebelah kiblat dinamakan At Taubah
- Pintu sebelah Timur dinamakan Fatimah
- Pintu sebelah Utara dinamakan Tahajjud
- Pintu sebelah Barat ke Raudah sudah ditutup.
Label:
Fakta Menarik,
Madinah,
Makam Nabi SAW,
Masjid Nabawi
Penyejuk Masjid Nabawi
Untuk menyejukan seluruh ruangan di dalam Masjid Nabawi, dibangun satu unit AC central raksasa diatas tanah seluas 70.000m2 yang letaknya 7 km sebelah barat Masjid. Hawa dingin disalurkan melalui pipa bawah tanah dan didistribusikan ke setiap penjuru Masjid melalui bagian bawah dari setiap pilar yang berjumlah 2104 buah.
Label:
Fakta Menarik,
Madinah,
Masjid Nabawi
Menara Masjid Nabawi
Masjid Nabawi memiliki 10 buah menara dengan ketinggian 104 meter dan di semua puncak menara tersebut terdapat ornamen “bulan sabit” dari bahan perunggu dilapisi emas 24 karat dengan tinggi 7 meter dan berat 4,5 ton. Di ketinggian 87 meter dipasang “sinar laser” jangkauan sinar tersebut sejauh 50 Km berfungsi sebagai penunjuk arah kiblat dinyalakan pada saat-saat tertentu (waktu sholat).
Label:
Fakta Menarik,
Madinah,
Masjid Nabawi
Jemaah Haji Indonesia di Masjid Nabawi
Tidak sulit menemukan Bangsa Indonesia dalam pelaksanaan Haji di sini, mengingat jumlah jemaah Indonesia cukup banyak, hampir 10% dari seluruh jemaah. Tentu saja ini masuk akal karena Indonesia adalah Negara terbanyak penduduk Muslim-nya. Pada saat sholat, Mesjid ini penuh dan melimpah sampai halaman dan luar pagar.
Penulis menemukan beberapa jemaah kita yang tersesat dan tidak tau jalan pulang, mengingat pintu-pintu yang ada mirip. Untuk itu tetaplah dalam kelompok. Jangan takabur. Banyak kejadian nyata yang menimpa saudara-saudara kita, hanya karena masalah pikiran dan ucapan-ucapan sepele yang akhirnya membalik ke diri sendiri.
Label:
Fakta Menarik,
Madinah,
Masjid Nabawi
Masjid Kedua Nabi di Madinah
Masjid Nabawi di Madinah, Sebagai Mesjid Nabi, merupakan mesjid kedua setelah Masjid Quba yang dibangun oleh Nabi Muhammad dalam hijrah Beliau ke Madinah. Karena mengalami perluasan, Makam Nabi Muhammad pun terletak di Masjid ini. Mesjid ini merupakan salah satu mesjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjid Al-Haram di Mekah dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.Luas Masjid ini 98.000m2, mampu menampung sekitar 167.000 jemaah sekaligus dilantai dasar. Lantai atasnya dapat menampung 90.000 jemaah dan apabila ditambah dengan halaman Masjid bisa mencapai 650.000 jemaah pada hari biasa dan lebih dari 1.000.000 pada musim haji atau bulan ramadhan.
Label:
Fakta Menarik,
Madinah,
Masjid Nabawi
Subuh Pertama Masjid Nabawi
Mm... Pertama kali memasuki kompleks masjid ini, terasa getaran jiwa yang berbeda. Saat sholat di sini, tak terasa mata ini basah, air mata ini mengalir... Ya, Allah, akhirnya aku sampai juga di sini... Hanya pertolongan dan izin Mu-lah yang membuat kami sampai di sini.... Tak cukup kata-kata untuk menuliskannya...
Label:
Madinah,
Masjid Nabawi
Langganan:
Postingan (Atom)



















