Tampilkan postingan dengan label Berbelanja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbelanja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2010

Mengenal Pecahan Riyal

Pada saat perjalanan haji ini, tentu mata uang umumnya yang digunakan adalah mata uang setempat, yaitu Saudi Riyal yang sering disingkat dengan SR.
Kenalilah pecahan yang tersedia dan biasakan menghitung nilai konversi adalah hal penting. Terutama ketika untuk membelanjakan dengan uang tersebut.
Jika anda masih memegang rupiah, tukarkanlah uang tersebut ke money changer yang ada. Tidak semua tempat tersedia money changer ini.
Di beberapa tempat perbelanjaan, khususnya komplek pertokoan atau pusat jajanan, kadang kala mereka menerima pembayaran dengan mata uang Rupiah. Meskipun demikian, tetap kami sarankan untuk menggunakan mata uang setempat, mengingat perhitungan kurs konversi di toko sedikit lebih rendah dibandingkan dengan di money changer.

Tour Rohani

Selama di Makkah, Madinah dan Jeddah, panitia juga menyediakan kesempatan untuk melaksanakan perjalanan tour rohani. Perjalanan ini menggunakan kendaraan yang disediakan oleh Panitia (sangat terbatas), serta perjalanan yang diatur oleh KBIH serta rombongan.
Perjalanan yang dilaksanakan oleh KBIH dan Rombongan ini biasanya tentu mengeluarkan dana dari kocek masing-masing jemaah, uang tersebut dikumpulkan sesuai dengan tujuan perjalanan masing-masing. Siapkan dana lebih untuk ini, baik untuk penyewaan bus, guide, maupun untuk belanja anda. Karena dana ini banyak yang diluar budget, atau melebihi dari rencana keuangan yang telah diatur :)
Jika anda berbelanja untuk bekal oleh-oleh ke tanah air, jangan lupa menghitung jumlah barang bawaan, daripada nanti akhirnya dibuang karena jumlah berat/volume barang melebihi kapasitas yang diperbolehkan, sehingga akhirnya mubazir kan?

Masker Pernapasan

Pergunakanlah masker selalu, terutama untuk daerah umum. Pada Kloter kami, masker ini disediakan oleh pemerintah ketika sebelum berangkat.
Masker ini bermacam-macam, ada yang sekali pakai, ada yang bisa dipakai berulang-ulang, serta masker yang bisa dibasahi. Penggunaan masker yang bisa dibasahi ini juga penting, mengingat di Arab cuaca kering.

Tetaplah pakai masker walaupun banyak yang tidak memakainya karena sangat efektif untuk mencegah tertular flu. Nanti akan diberi masker oleh petugas, na­mun masker yang diberikan bukan masker yang dapat dibasahi. Maka lebih baik membeli dari tanah air belilah secukupnya, supaya tidak kekurangan di sana nanti.

Minggu, 07 Februari 2010

Hotel dan Toko di Depan Masjid Nabawi

Poto ini diambil dari halaman Masjid Nabawi mengarah keluar pekarangan. Dimana terlihat beberapa hotel yang letaknya sangat dekat dengan pekarangan Masjid.
Just for your info, di bawah hotel tersebut adalah pusat-pusat pertokoan yang menjual beraneka ragam kebutuhan dan oleh-oleh. Banyak jemaah yang membawa uang membelanjakan uangnya di sini, dan banyak juga yang sekedar lihat-lihat :)

Shopping Center


Shopping Center
Originally uploaded by Jack Febrian Rusdi
Kalau bawa uang yang banyak, Tempat di pintu utama Masjid Nabawi ini tersedia banyak sekali toko-toko yang menjual dagangan, baik souvenir dan cindera mata, emas putih, makanan, parfum, maupun supermarket.
Tak punya uang Real, namun punya Rupiah? Banyak tempat di sini yang menerima mata uang Rupiah, harga nilai tukarnya pun cukup bagus.
Jika anda ingin berbelanja murah, sebaiknya carilah grosir. Grosir ini biasanya terletak di bagian dalam gedung, dan bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan pedagang yang terletak di daerah luar.
Sebaiknya, hati-hati. Jangan jalan sendirian, banyak nasehat yang mengatakan hal demikian, terutama untuk para wanita.

Baso Solo


Baso Solo
Originally uploaded by Jack Febrian Rusdi
Ini salah satu tempat makan indonesia, cukup besar, terletak di lantai dua. Berbagai makanan Indonesia tersedia di sini, termasuk rokok yang dijual diam-diam oleh mereka.
Cukup banyak pengunjung dari jemaah haji Indonesia yang memanfaatkannya. Harganya makan satu porsi sekitar 5-7 SR (sekitar 10rb-15rb rupiah)

Sapulu Rial.. Sapulu Rial, Mura... Mura...!

Inilah salah satu tempat keluar Masjid Nabawi pada saat sholat selesai. Jalan ini menjadi begitu sempit karena banyak pedagang yang menjual berbagai macam barang.
Mereka tidak jarang mengeluarkan suara dengan lantang dengan menggunakan Bahasa Indonesia, "Sapulu Rial... Sapulu Rial... Mura... Mura.... Bagus... Bagus...." :)
Bagi Anda yang tertarik untuk membeli simcard untuk handphone, di sini cukup banyak pedagang yang menjual berbagai alternatif simcard, begitu juga dengan pulsa. Tinggal pilih!
Emas Putih, yang katanya terkenal? Dapat dibeli di sini. Tidak ada uang real (SR)?Tak usah risau, mereka siap menerima mata uang Rupiah, kok! :)

Pedagang Kaki Lima

Pada saat selesai sholat, di pintu keluar Masjid Nabawi, begitu banyak ditemukan para pedagang kaki lima yang menjajakan dagangan mereka.
Tak bisa menggunakan bahasa mereka? pakai saja bahasa Indonesia, mereka cukup mengerti kok dengan tawar menawar dalam bahasa Indonesia, bahkan mereka sering berteriak, "Mura... Mura... Lima Real... Lima Real... " :)
Lebih menarik lagi, peci haji produksi Indonesia, hanya dijual 2SR, sekitar 5000 rupiah... Lebih murah dari pada kita beli di Indonesia :)