Tampilkan postingan dengan label Madinah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madinah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2010

Kurma Nabi / Kurma Ajwa


Kurma Nabi, Kurma Ajwa
Kurma Nabi atau Kurma Ajwa, merupakan kurma dengan mutu terbaik. Kurma Ajwa bukanlah kurma biasa, pada zamannya ditanam langsung oleh Rasulullah. Kurma ini merupakan kurma dengan jenis kering, berukuran kecil, agak bulat dan berwarna hitam. Kurma ini memiliki serat hingga 90%. Kurma ini bentuknya tidak lebih besar dari kurma yang lainnya, biasanya hanya setengah ibu jari kita
Karena mutu kurma ini sangat baik, hingga Rasulullah pun meninggalkan pesan buat umatnya, "Barang siapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma Ajwah, maka tak akan mencelakainya racun dan sihir dihari itu”. (Riwayat Shahih Al-Bukhari)
Buah kurma sebagaimana di ketahui memang mempunyai khasiat tertentu untuk pengobatan, seperti untuk meningkatkan kadar gula darah, kemudian katanya juga bisa untuk mengobati katarak pada mata dengan memakan paling sedikit 3 buah kurma selama beberapa bulan.
Hadits ini menjelaskan bahwa kurma ajwah bisa untuk menangkal racun dan sihir, mungkin karena kandungan yang ada di dalam kurma ini yang menyebabkan bisa untuk menetralisir racun, karena itulah nabi menganjurkannya memakan 7 buah di pagi hari. Lalu kenapa bisa untuk menangkal sihir, ini menjelaskan bahwa kurma ini membawa keberkahan bagi yang memakannya, di sebabkan Nabi saw sendiri yang menanamnya, bibit dari kurma ini telah bersentuhan dengan tangan baginda Nabi saw yang mulia, yang memang membawa keberkahan, karena itulah kurma ini bisa menangkal sihir.
Pohon kurma ajwah ini masih ada di madinah sampai sekarang, jadi sudah lebih dari 14 abad atau 1429 tahun sejak pertama kali di tanam oleh rasulullah saw, jumlahnya hanya sekitar seratusan pohon.
Kurma Nabi di Madinah tempat kota ditanamnya dijual sekitar 100 SR/Kg atau sekitar Rp.250.000,-

Kamis, 11 Februari 2010

Kebun Kurma

Diantara gunung-gunung batu yang terhampar luas, terdapat banyak kebun korma di Kota Madinah ini. Pohon kurma ini sedikit mirip dengan pohon sawit yang banyak kita jumpai di tanah air.
Selain itu, juga terdapat banyak tempat penjualan kurma di Madinah ini.
Banyak jemaah haji yang membeli dan memakan kurma yang dibeli dari Madinah ini. Diantara kepercayaan umat muslim, mengacu kepada salah satu al-hadits, "Barang siapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma Ajwah, maka tak akan mencelakainya racun dan sihir dihari itu”. (Riwayat Shahih Al-Bukhari)

Jabal Magnet, Bukit Bermagnet

Jabal Magnet adalah sebuah bukit berbatuan yang mengandung magnet terletak di sekitar 30 km dari Kota Madinah. Sepertinya daerah ini memiliki medan magnet yang kuat. Penulis tidak melakukan penelitian, namun beberapa hal yang menarik terjadi di sini, termasuk kekuatan magnet yang mampu menarik kendaraan/bus yang kami tumpangi (di demonstrasikan oleh driver yang membawa bus tersebut).

Selain itu, beberapa kejadian lain yang bisa dilihat dan diperhatikan di sini adalah:
- Jarum Kompas jadi kacau, tidak menunjukan Utara-Selatan
- Data pada Ponsel bisa menghilang / terhapus
- Laju mobil sangat cepat ketika mendekati wilayah Jabal Magnet, seperti jalan menurun
- Laju mobil melambat ketika mobil menjauh dari Jabal Magnet dan suara mesin menjadi lebih menguat karena adanya tarikan perlambatan, sperti melewati tanjakan
Jika mobil di parker dekat Daerah Jabal Magnet maka akan jalan dengan sendiri karena tertarik oleh magnet
- Sampai sekarang Jabal Magnet banyak pengunjungnya baik oleh wisatawan asing, maupun penduduk Madinah dan sekitarnya. Beberapa Fasilitaspun dibangun di sini untuk mendukung kunjungan wisatawan.
Mungkinkah daerah ini bisa termasuk salah satu keajaiban dunia, atau dianggap sebagai sebuah fenomena alam biasa ?

Rabu, 10 Februari 2010

Pengumuman Berbahasa Indonesia


Batas Garis Imam
Originally uploaded by Jack Febrian Rusdi
Beberapa pengumuman di tanah suci ini ditulis dan dicetak dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Selalu ada? tidak juga, namun, bahasa kita termasuk diperhatikan oleh mereka.
Dari diskusi di lapangan dengan bangsa Arab ini, tidak jarang mereka yang kenal dengan Indonesia, meskipun informasinya banyak yang sudah kadaluwarsa, tapi tetap salut kepada mereka.
Bangsa Indonesia dalam pelaksanaan haji ini cukup banyak yang diistimewakan oleh mereka, karena jemaahnya banyak yang tidak bermasalah. Pertahankan hal ini, karena secara tidak langsung kita juga membantu kemudahan untuk jemaah berikutnya yang datang ke tanah suci ini.

Selasa, 09 Februari 2010

Mengenal Pecahan Riyal

Pada saat perjalanan haji ini, tentu mata uang umumnya yang digunakan adalah mata uang setempat, yaitu Saudi Riyal yang sering disingkat dengan SR.
Kenalilah pecahan yang tersedia dan biasakan menghitung nilai konversi adalah hal penting. Terutama ketika untuk membelanjakan dengan uang tersebut.
Jika anda masih memegang rupiah, tukarkanlah uang tersebut ke money changer yang ada. Tidak semua tempat tersedia money changer ini.
Di beberapa tempat perbelanjaan, khususnya komplek pertokoan atau pusat jajanan, kadang kala mereka menerima pembayaran dengan mata uang Rupiah. Meskipun demikian, tetap kami sarankan untuk menggunakan mata uang setempat, mengingat perhitungan kurs konversi di toko sedikit lebih rendah dibandingkan dengan di money changer.

Tour Rohani

Selama di Makkah, Madinah dan Jeddah, panitia juga menyediakan kesempatan untuk melaksanakan perjalanan tour rohani. Perjalanan ini menggunakan kendaraan yang disediakan oleh Panitia (sangat terbatas), serta perjalanan yang diatur oleh KBIH serta rombongan.
Perjalanan yang dilaksanakan oleh KBIH dan Rombongan ini biasanya tentu mengeluarkan dana dari kocek masing-masing jemaah, uang tersebut dikumpulkan sesuai dengan tujuan perjalanan masing-masing. Siapkan dana lebih untuk ini, baik untuk penyewaan bus, guide, maupun untuk belanja anda. Karena dana ini banyak yang diluar budget, atau melebihi dari rencana keuangan yang telah diatur :)
Jika anda berbelanja untuk bekal oleh-oleh ke tanah air, jangan lupa menghitung jumlah barang bawaan, daripada nanti akhirnya dibuang karena jumlah berat/volume barang melebihi kapasitas yang diperbolehkan, sehingga akhirnya mubazir kan?

Masker Pernapasan

Pergunakanlah masker selalu, terutama untuk daerah umum. Pada Kloter kami, masker ini disediakan oleh pemerintah ketika sebelum berangkat.
Masker ini bermacam-macam, ada yang sekali pakai, ada yang bisa dipakai berulang-ulang, serta masker yang bisa dibasahi. Penggunaan masker yang bisa dibasahi ini juga penting, mengingat di Arab cuaca kering.

Tetaplah pakai masker walaupun banyak yang tidak memakainya karena sangat efektif untuk mencegah tertular flu. Nanti akan diberi masker oleh petugas, na­mun masker yang diberikan bukan masker yang dapat dibasahi. Maka lebih baik membeli dari tanah air belilah secukupnya, supaya tidak kekurangan di sana nanti.

Cuma Unta yang tidak Batuk!

Panyakit yang hampir diderita oleh semua jemaah adalah batuk. Sehingga mendengarkan sahutan batuk di sana sini pada saat sholat, adalah hal yang biasa. Bahkan ada istilah, "Cuma unta yang tidak batuk pada saat musim haji ini" he3x ada-ada aja :)
Meskipun demikian, jika batuk menyerang, sebaiknya harus diperiksakan kepada team medis. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan masker, sehingga udara yang keluar masuk rongga pernapasan dapat disaring, tentunya mengurangi risiko yang mungkin timbul.
"Batuk para jamaah haji atau jamaah tetap masjid ini saling bersahut-sahutan satu sama lain. Mulai dari batuk yang kering sampai batuk basah, hingga batuk yang nyaring bunyinya sampai yang sekedar berdehem saja. Mirip koor, memang", tulis detik.com.

Air Siap Minum di Masjid Nabawi

Ketersediaan air di sekitar jemaah cukup memadai, baik air minum biasa maupun air Zam-zam. Di halaman Masjid Nabawi, dapat ditemukan banyak tempat untuk mengambil air minum, lengkap dengan wadah plastik penampungnya. Sangat banyak para jamaah memanfaatkan fasilitas ini. Minum seperti dianjurkan oleh team kesehatan minimum 2 liter dalam satu hari. Supaya tubuh tidak kering dan asupan air ke dalam tubuh cukup.

Sholat di Halaman Masjid Nabawi

Masjid Nabawi. Untuk beberapa kasus, beberapa jamaah terpaksa harus sholat di halaman masjid. Sholat di halaman ini pun terasa nyaman, karena disediakan payung raksasa tahan api, dan dihembuskan penyejuk udara.

Kesehatan Jamaah Haji

Tentu saja pemerintah Arab Saudi tidak tanggung-tanggung dalam mengantisipasi berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan untuk para tamu Allah yang datang ke Madinah.
Para petugas kesehatan selalu standby di beberapa tempat. Kendaraan ambulance pun siap dan waspada.
Begitu juga dengan para tim medis dari Panitia tanah Air. Mereka selalu mendampingi jemaah. Setiap kelompok terbang, sepengetahuan penulis, disediakan satu orang dokter dan dua orang tim medis lain yang membantu dokter. Layanan yang penulis temukan dari tim medis ini cukup ramah. Tidak jarang mereka melakukan pengecekan ke kamar-kamar (jemput bola) untuk para jemaah tertentu.
Pengumuman dari tim medis ini pun terlihat jelas untuk menandakan keberadaan ruang yang mereka gunakan. Senyuman dari mereka selalu mengiringi, sehingga baru ketemu aja sudah terasa nyaman.
Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka pun memberikan obat secara gratis. Tinggal menunjukkan buku kesehatan saja, kok. Lalu mereka menulis catatan kesehatan dari jamaah tersebut.
Apabila dibutuhkan pertolongan yang lebih serius, team medis ini pun mengantar jamaah mereka ke posko lebih tinggi yang disediakan oleh pemerintah Indonesia.
Meskipun mereka ada, tentu tetap kita harus menjaga kesehatan masing-masing :)

Pintu An Nisa, Masjid Nabawi


makam nabi
Originally uploaded by Jack Febrian Rusdi
Pintu An Nisa adalah pintu keluar dari mengunjungi makam Rasulullah, yang terletak di sebelah selatan bagian kiri Masjid Nabawi di Madinah.
Banyak orang yang berdoa dan bersyukur keluar dari Pintu ini, tidak jarang yang meneteskan air matanya, kerinduannya kepada Rasulullah serasa terobati. Ya, Allah... izinkan aku untuk kembali ke sana....

Suasana Memasuki Raudah

Bisa dibayangkan, hampir seluruh jemaah yang datang ke Madinah ingin sholat di Raudah dan mengunjungi Makam Rasulullah. Untuk Sholat di Raudah, selain diperlukan kebersihan niat dan hati, juga diperlukan strategi. Termasuk dalam masalah waktu. Siang? Padat sekali. Banyak yang menyarankan ke sana jam tengah malam hingga menjelang subuh.
Jika berhasil memasuki daerah ini, sangat disarankan untuk mempertimbangkan orang lain. Sholat dan berdoalah seperlunya. Allah Maha Tahu kehendak hambanya.
Hati-hati salah doa, bisa-bisa nanti menjadi sirik. Penulis melihat beberapa umat yang sangat mengagungkan tempat ini, sampai mencium dll. Bisa-bisa nanti berdoa bukan kepada Allah, akhirnya berada di jalan yang sesat.

Babu Salam, Pintu Masuk Ke Makam Nabi

Banyak sekali jemaah yang ingin sholat di Raudah dan mengunjungi makam nabi, meskipun untuk ini hukumnya adalah sunah. Wajar saja, kalau sudah sampai di Masjid Nabawi/Nabi, tentu mereka juga merindukan untuk melihat Makam Nabi yang diagungkan itu, serta sholat di Raudah.
Salah satu pintu masuk ke Makam Nabi dan lokasi Raudah ini adalah di Pintu Babu Salam, yaitu pintu Masjid Nabawi paling Selatan sebelah kanan.
Untuk menuju makam nabi, bisa dilakukan berjalan pelan dan lewat saja. Jalan lurus di mesjid yang disediakan khusus untuk melihat Makam Nabi, masuk dari pintu Babu Salam, melintasi Makam Nabi, dan keluar di pintu An Nisa.
Sedangkan untuk memasuki daerah Raudah, begitu lewat pintu langsung belok kiri terus lurus sampai ketemu tangga Muadzin dan warna karpet putih. Cara masuk dari pintu ini sangat tidak disarankan kapanpun waktunya dan umumnya berdesak-desakan, antreannya panjang dan lama, bisa-bisa jemaah tidak bisa sholat arbain lengkap gara-gara antri mau ke Raudah dan Makam Nabi ini.

Raudah

"Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga dan mimbarku berada di atas telagaku", Sabda Rasulullah saw dalam hadis Bukhari dan Muslim.
Tempat ini merupakan daerah yang banyak menjadi incaran bagi para jemaah. Kenapa tidak, lokasi ini merupakan salah satu tempat yang dipercaya tempat didengarkannya doa-doa, alias tempat yang mustajab. Mencarinya gampang-gampang susah, begitu juga dengan memasuki lokasinya, perlu usaha, doa dan mengharapkan ridho Allah. Untuk bisa sholat dan berdo'a di Raudah, perlu kesabaran, apalagi pada saat musim Haji, karena banyak sekali jamaah yang ingin juga ke sana. Siang? Mm... padat banget. Disarankan ke sana antara jam 00 dinihari hingga menjelang shalat subuh.
Ciri yang paling gampang dari Raudah adalah warna karpetnya. Warna karpet Raudah putih kehijau-hijauan dan sangat berlainan dengan warna merah tua karpet Masjid Nabawi secara keseluruhan. Raudah secara fisik terletak disebelah kanan dari makam Rasulullah (kalau kita menghadap ke Selatan), ada Mihrab Nabi (dulu Rasulullah selalu jadi Imam di Mihrab ini, sekarang masih dipakai kalau sholat Jumat)), Mimbar Utama (kalau sholat Jumatan mimbar ini masih dipakai ceramah oleh Khatib) dan tangga menuju tempat Muadzin.

Minggu, 07 Februari 2010

Paket Internet


Paket Internet
Originally uploaded by Jack Febrian Rusdi
Di sebelah kiri bawah terlihat salah satu kantor operator GSM telepon selular, STC. Penulis membeli sebuah simcard paket internet 2Giga, dengan masa penggunaan selama 1 bulan, seharga 100SR (sekitar 250rb Rupiah), sayangnya dengan simcard tsb handphone tidak bisa digunakan untuk menelpon, karena paket tersebut hanya untuk koneksi data.
Menariknya, karena ngomong-ngomong tentang Indonesia, penulis hanya diminta bayar setengah harga, istimewa dari dia, katanya. Padahal penulis sudah menanyakan ke berbagai tempat untuk dapat harga murah, ga dapat-dapat, ada saja jalannya.
Untuk handphone bagaimana? Ya udah, karena handphone yang digunakan untuk internet tidak bisa digunakan untuk menelpon, akhirnya beli handphone nokia yang murah, seharga 100 SR, atau sekitar 250rb rupiah. tombolnya ada tombol arabnya... :)
Berinternet pun plong... jeprat jepret sana sini, lalu langsung diupload! sehingga keluarga dan anak-anak di tanah air bisa melihat poto kedua orangtuanya langsung....

Selalu Bersama


Selalu Bersama
Originally uploaded by Jack Febrian Rusdi
Karena daerah ini adalah daerah baru, sangat dianjurkan untuk selalu berpergian bersama. Jangan pergi sendiri-sendiri, terutama untuk para wanita. Banyak nasehat yang mengatakan hal demikian. Penulis tidak satu dua menemukan jemaah haji Indonesia yang tersesat, jangankan berbahasa Inggris atau Arab, jemaah kita itu pun tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga harus berbicara perlahan-lahan, dan melihat identitas pada gelangnya.
Umumnya tempat pemondokan memberikan sebuah kartu pengenal/kartu nama pemondokannya, namun ditulis dalam bahasa Arab gundul. Maklum petugas haji dari Arab itu sendiri umumnya tidak bisa menggunakan bahasa Inggris, mereka cukup pede dengan bahasa mereka. Jadi dalam kondisi begini, mulailah gelap.... :)

Hotel dan Toko di Depan Masjid Nabawi

Poto ini diambil dari halaman Masjid Nabawi mengarah keluar pekarangan. Dimana terlihat beberapa hotel yang letaknya sangat dekat dengan pekarangan Masjid.
Just for your info, di bawah hotel tersebut adalah pusat-pusat pertokoan yang menjual beraneka ragam kebutuhan dan oleh-oleh. Banyak jemaah yang membawa uang membelanjakan uangnya di sini, dan banyak juga yang sekedar lihat-lihat :)

Shopping Center


Shopping Center
Originally uploaded by Jack Febrian Rusdi
Kalau bawa uang yang banyak, Tempat di pintu utama Masjid Nabawi ini tersedia banyak sekali toko-toko yang menjual dagangan, baik souvenir dan cindera mata, emas putih, makanan, parfum, maupun supermarket.
Tak punya uang Real, namun punya Rupiah? Banyak tempat di sini yang menerima mata uang Rupiah, harga nilai tukarnya pun cukup bagus.
Jika anda ingin berbelanja murah, sebaiknya carilah grosir. Grosir ini biasanya terletak di bagian dalam gedung, dan bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan pedagang yang terletak di daerah luar.
Sebaiknya, hati-hati. Jangan jalan sendirian, banyak nasehat yang mengatakan hal demikian, terutama untuk para wanita.

Baso Solo


Baso Solo
Originally uploaded by Jack Febrian Rusdi
Ini salah satu tempat makan indonesia, cukup besar, terletak di lantai dua. Berbagai makanan Indonesia tersedia di sini, termasuk rokok yang dijual diam-diam oleh mereka.
Cukup banyak pengunjung dari jemaah haji Indonesia yang memanfaatkannya. Harganya makan satu porsi sekitar 5-7 SR (sekitar 10rb-15rb rupiah)